Pemerintah kolaborasi dengan e-commerce bina 64 juta UMKM

Rabu, 27 Mei 2020 | 09:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisis.com: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) membuka peluang kerja sama dengan semua platform e-commerce guna mendukung pengembangan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Saat ini, jumlah pelaku usaha kategori tersebut mencapai 64 juta. 

"Kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan koperasi dan UMKM di tanah air," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa (26/5/2020).

Ia menambahkan sejak awal pihaknya memang membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak berpegang pada prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air. Khusus dalam kolaborasi dengan platform e-commerce, menggunakan skema non-APBN

"Sejumlah laporan menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online," ungkap Teten.

Platform online ini, kata dia, sekaligus membantu masyarakat luas untuk menerapkan jaga jarak fisik, sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga berlangsungnya aktivitas ekonomi.

Sampai saat ini, sambungnya, terdapat 5 platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia. Kelimanya yaitu Blibli, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak.

Melalui e-commerce, UMKM dapat memasarkan produk dan masuk ke era ekonomi digital. Saat ini, kata dia, 87 persen UMKM di Indonesia masih tertinggal dalam sisi digital.

Padahal, mengutip laporan McKinsey pada 2018, ekonomi digital memberikan sejumlah keuntungan di antaranya keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan dan penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM.

Selain itu, keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25 persen dari harga ritel. Lalu, kesetaraan sosial melalui kesempatan perempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce.

"Kami membuka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama membantu UMKM kita bertahan di tengah covid-19 dan melaju setelahnya," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: