Imbau tetap belajar di rumah, pemerintah tak ingin sekolah jadi klaster

Senin, 1 Juni 2020 | 11:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah pusat belum berencana membuka kembali aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dalam waktu dekat. Hingga awal September pemerintah masih memberlakukan belajar dari rumah.

"Kami tidak ingin sekolah, madrasah, atau pondok pesantren menjadi klaster baru dan anak-anak harus kita lindungi betul," ujar Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Sartono, Minggu (31/5/2020).

Untuk saat ini, dia bilang, belajar secara daring masih akan menjadi preferensi utama pemerintah. Meski mengakui bahwa masih banyak kelemahan, namun sistem belajar ini menjadi solusi paling aman dari penularan.

"Sekolah, Madrasah, atau Pondok pesantren mungkin menjadi sektor paling akhir yang kita buka, karena sekali lagi kita ingin agar anak-anak terlindungi. Ini bagian dari ikhtiar kita bersama," kata dia.

Agus mengatakan anak-anak belum terbiasa memakai masker dan jika masuk sekolah berpotensi terpapar semakin besar.

Ia mengaku mendapatkan masukan dari banyak pakar pendidikan agar belajar dari rumah dilakukan hingga Desember 2020. Adapun prediksi pemerintah puncak pandemi ini terjadi pada Mei hingga Juni.

Atas dasar itu, Agus memperkirakan paling cepat, tatap muka dimulai akhir Agustus atau awal September. "Itu pun setelah ada clearance dari Gugus Tugas baik pusat maupun daerah," kata dia.

"Saya tidak membayangkan jika satu keluarga ada 3 orang anak, misal salah satunya terpapar Covid dan harus menjalani isolasi. Apakah bisa sendiri? Pasti orang tua harus ikut menunggui. Ini akan menimbulkan kompleksitas dalam rumah tangga tersebut," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: