Bangkit dari pandemi Covid-19, Pemuda Pancasila Surabaya rapatkan barisan

Senin, 1 Juni 2020 | 17:05 WIB ET
Haries Purwoko
Haries Purwoko

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Haries Purwoko mengajak seluruh masyarakat Kota Pahlawan, khususnya para kader Pemuda Pancasila untuk bergotong royong memerangi wabah pandemi Corona Virus Disease- 2019 (Covid-19) saat ini.

Menurut Haries, tema yang diusung tahun ini adalah "Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju", sangat sejalan dan tepat sekali ditengah bangsa Indonesia sedang berjuang memerangi wabah covid-19.

"Tema gotong royong sangat bersesuaian, atau selaras dengan kondisi krisis kita saat ini melawan pandemi covid-19. Jadi saya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya para kader Pemuda Pancasila Kota Surabaya untuk bergotong royong atau bahu-membahu, memerangi masalah covid-19 ini," kata Haries Purwoko, Senin (1/6/2020).

Dalam momen hari Pancasila ini, Haries berharap semoga dapat dijadikan sebuah energi baru untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah pandemi Covid-19 dan kembali kerumah besar ideologi kita yaitu Pancasila.

"Semoga dengan semangat Pancasila dan gotong royong, bangsa Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya akan segera pulih dari bencana covid-19 yang saat ini kita hadapi bersama," harapnya.

Haries juga berpandangan bahwa, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19, syarat akan kepentingan politik.

"Jadi aturan yang dibuat ini bagaimana bisa menyelamatkan keuangan negara. Ternyata Perppu Nomor 1 Tahun 2020 ini nuansa politik itu kental, karena kalau menurut hukum suatu aturan harus dipertimbangkan secara matang oleh DPR," ungkap Haries.

Dia juga meminta semua lapisan masyarakat harus menerapkan nilai-nilai pancasila ditengah wabah pandemi Covid-19 ini. Sebab menurut Haries, Pancasila sangat punya peran besar untuk mewujudkan prinsip-prinsip kedaulatan.

"Kita harus bersama-sama memperhatikan prinsip kedaulatan. Kemudian baru ekonomi, politik, sosial, hukum, dan budaya. Karena ini menjadi energi bagi kita semua untuk menjaga NKRI," pinta Haries seraya menambahkan bahwa pemerintah harus banyak berfikir soal kemanusiaan yang beradab di tengah situasi pandemi ini.

"Hentikan segala pencitraan. Yang perlu ditindaklanjuti adalah keadilan seutuhnya bagi masyarakat, terutama masyarakat yang miskin," tandas Haries Purwoko.

Sementara itu, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Baso Juherman mengajak masyarakat agar kembali memperkuat pangan lokal, dengan harapan bisa menyambung hidup tanpa harus ribut dengan BLT ataupun Bansos. Sebab, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pandemi Covid-19 ini berakhir.

"Ketimbang menunggu dan ribut soal BLT, sebaiknya kita kembali bercocok tanam. Karena kita harus tetap produktif di tengah situasi seperti saat ini," ujar Baso.

"Kita harus persiapkan segala kebutuhan, dengan cara perkuat pangan lokal. Apalagi itu bukan hal baru bagi masyarakat di Desa, yang notabene petani. Hentikan saling menyalahkan. Saat ini kita harus bertanggung jawab, harus bersikap agar kemungkinan terburuk bisa kita hindari bersama dengan perkuat pangan lokal," tambah Baso.

Baso menilai, sejak pandemi Covid-19 ditetapkan sebagai bencana nasional non alam, seharusnya pemerintah betul-betul hadir di tengah masyarakat tanpa memandang kasta ekonomi dan sosial, bukan hanya sekedar memberikan bansos.

"Bansos itu sebenarnya adalah program tahunan yang memang janji politik, termasuk PKH dan dana desa, tanpa pandemi ini, sudah pasti akan turun ke masyarakat," cetusnya.

Tak lupa, Baso juga mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila untuk merefleksikan diri di momen hari Pancasila ini. Karena menurut dia, sejarah mencatat Pancasila lahir tak luput dari sebuah perdebatan panjang, namun pemikiran nasionalisme para pendahulu kita yang berhasil menghasilkan pedoman ideologi negara dalam sebuah kehidupan masyarakat yang beragam.

"Sebagaimana kita ketahui bersama perjuangan Bung Karno dalam menyatukan konsep gotong royong yang bisa dijadikan intisari dari nilai pancasila yang memiliki karakter dalam kehidupan sosial dan berbangsa. Ingat pesan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila, kita mendirikan negara, semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu," pungkas Baso Juherman.kbc6

Bagikan artikel ini: