Isu new normal direspon positif oleh pasar, dua investor dari China mulai lirik Jatim

Selasa, 2 Juni 2020 | 18:01 WIB ET
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kebijakan pemerintah untuk kembali membuka aktifitas ekonomi dalam negeri setahap demi setahap direspon positif oleh pasar. Bahkan ada dua investor yang telah berkirim surat ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim yang menyatakan mintanya untuk segera berinvestasi di Jatim.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan bahwa pengusaha telah bersiap lebih awal dalam pelaksanaan kebijakan New Normal. Hal ini menjadi salah satu stimulus dan semangat baru bagi pengisaha untuk kembali beraktifitas dan menggenjot kinerja ekonomi Jatim di Semester II/2020.

"Walaupun masih belum bisa maksimal karena tetap harus menaati protokol Covid-19 dengan memberlakukan sosial distancing dan physical distancing. Dan saya yakin ekonomi Jatim di Semester II/2020akan lebih baik dibanding semester I," ujar Adik Dwi Putranto di Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Bahkan sudah ada dua investor yang menyatakan minat mereka untuk berinvestasi di Jatim setelah penerbangan internasional dibuka. Kedua investor tersebut adalah perusahaan ZKGX. Agricultura Ecological Science Limited asal Beijing China dan Future intelligence cp. Ltd. dari Shanghai China.

ZKGX. Agricultura Ecological Science Limited adalah perusahaan yang bekerja di bidang pertanian, perkebunan, dan bio technologi. Perusahaan tersebut juga memproduksi bahan ferilizer yang menggunakan teknologi modern.

Dalam surat yang dikirim oleh Chairman ZKGX. Agricultura Ecological Science Limited, Wang Hai Chen menyatakan bahwa mereka Berminat untuk berinvestasi di bidang pertanian, perkebunan, dan industri kayu. Mereka juga menawarkan pelaksanaan revitalisasi mesin untuk pabrik gula. Sementara Future intelligence cp. Ltd. berminat asal Shanghai China juga berminat di bidang investmen, perdagangan, layanan, keuangan dan kemungkinan industri lainnya.

"Ini sangat bagus karena mereka tetap menaruh kepercayaan kepada Indonesia, khususnya Jatim di saat Pandemi," ujar Adik.

Terkait kesiapan pengusaha dalam menghadapi kebijakan skema "New Normal", ia mengaku bahwa saat ini pengusaha di Jatim telah mempersiapkan segala sesuatunya demi menyongosong era "kenormalan baru". Mereka selalu memperhatikan dan menerapkan protokol Covid dengan ketat kepada seluruh tenaga kerja.

"Pengusaha sudah menyiapkan diri sejak dini, di perusahaan, kantor dan industri. Seluruhnya telah menerapkan protokol Covid-19 dengan ketat, hingga menyewa moda transportasi untuk antar jemput karyawan untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal Wuhan tersebut," tambahnya.

Hanya saja, baik Adik maupun pengusaha yang lain masih khawatir mereka akan tertular di luar lokasi industri karena kesadaran masyarakat tentang bahaya virus ini dengan tetap mematuhi aturan masih sangat rendah.

"Kalau di industri saya kira sudah maksimal. Yang mengkhawatirkan itu ketika mereka kembali ke lingkungan rumah masing-masing. Karena kesadaran masyarakat masih rendah dan inilah yang menjadi penyebab belum turunnya penambahan jumlah pasien positif Covid-19," tambah Adik.

Untuk itu, ia berharap pemerintah kian gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan pencegahan Covid-19. Hal ini harus dilakukan agar kesedaran mereka terbentuk sehingga dengan sadar akan melaksanakan protokol Covid-19 dengan ketat di lingkungannya.

Sementara Kadin Jatim sendiri akan mulai melakukan koordinasi, baik dengan Kadin kabupaten atau kota dan asosiasi pengusaha, terutama pengusaha yang terdampak seperti pariwisata dan perhotelan. dalam rangka persiapan era kenormalan baru.

"Karena untuk program Kadin Jatim yang terkait dengan pihak luar negeri tentunya belum bisa dilaksanakan berhubung penerbangan internasional belum di buka. Seperti kerjasama Kadin Jatim dengan Belanda untuk melakukan pendampingan UMKM belum bisa dilakuka karena expert dari Belanda belum bisa ke Indonesia. Hanya kerja sama dengan Jerman dalam hal pelatihan pelatih tempat kerja yang akan kita laksanakan secara online," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: