Webinar Kadin Surabaya: Belajar dari pengusaha Hong Kong bangkit dari situasi sulit saat pandemi

Rabu, 3 Juni 2020 | 13:01 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Merebaknya pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan tatanan dunia. Tidak hanya soal kesehatan, Covid-19 juga telah menghempaskan laju ekonomi di seluruh dunia, temasuk Indonesia dan Surabaya lebih khususnya.

Untuk bangkit dari kondisi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya,  The Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Invest Hong Kong dan Indonesia Chamber of Commerce in Hong Kong (INACHAMHK), mencoba memberikan solusi dengan menggelar webinar bertema "How businesses can cope with the pandemi: An experience-sharing from Hong Kong (Bagaimana bisnis dapat mengatasi pandemi, Berbagi pengalaman dari Hong Kong)".

Kevin So, CEO, EGOGO Ltd yang menjadi salah satu pembicara pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa Hong Kong menjadi salah satu kota berhasil bangkit dari hempasan pandemi. 

Ia mengatakan, pada saat awal pandemi, ekonomi Hong Kong juga terpuruk. Sektor bisnis ritel dan pariwisata memiliki dampak yang sangat besar, turun lebih dari 90 persen. "Penjualan sektor ritel Hong Kong turun. Kami menutup semua lokasi toko fisik kami. Terjadi pengurangan tenaga kerja sebesar 50 persen. Bisnis distribusi juga mengalami kondisi sama. Banyak penjualan pelanggan kami juga turun. Dampaknya, risiko kredit macet dan keterlambatan produksi pemasok terjadi," ujar Kevin, Selasa (2/6/2020).

Menyiasai kondisi tersebut, akhirnya Hong Kong menerapkan kebijakan Bekerja Dari Rumah (WFH). Kondisi ini akhirnya menjadikan semua orang bisa bekerja dari jarak jauh dengan penerapan teknologi digital. Dengan  mengadopsi teknologi baru, maka efisiensi operasional menjadi lebih baik.

"Dampak positif selanjutnya, kami menemukan peluang bisnis baru. Lansekap kompetisi saat pandemi Covid-19 meratakan bidang persaingan sederhana untuk perusahaan besar dan kecil. Perusahaan besar mungkin memiliki lebih banyak sumber daya, tetapi perusahaan kecil lebih fleksibel. Sehingga kami juga mendapatkan rantai pasokan global baru," terangnya.

Bahkan untuk sektor E-commerce mencatatkan pertumbuhan yang fantastis, mencapai 300 persen dibanding tahun lalu.  "Selama tiga bulan kami mengalami pertumbuhan bulan ke bulan selama pandemi Covid19, menemukan pelanggan baru, meningkatkan permintaan baru dari pelanggan luar negeri," tambah Kevin.

Kesuksesan keluar dari kesulitan akibat pandemi ini menurut penuturannya tidak lepas dari dukungan penuh dari pemerintahan. Ada banyak program yang digulirkan, seperti ESS (Skema Dukungan Ketenagakerjaan), yaitu memberikan subsidi 50 persen gaji karyawan selama 6 bulan. Menurunkan biaya operasi dan meningkatkan moral perusahaan D-Biz (Program Bisnis Jarak Jauh). Selain itu, insentif juga diberikan untuk membuat perusahaan menjadi digital dan menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan aliran operasi hingga 300.000HKD per perusahaan

Selain itu juga ada program TVP (Program Voucher Teknologi) hingga 600.000 untuk meningkatkan penggunaan teknologi perusahaan dengan skema dana BUD (Branding, Peningkatan dan Penjualan Domestik). Subsidi hingga 4 juta HKD diberikan untuk membantu perusahaan-perusahaan HK untuk berbelanja ke pasar luar negeri dan Cina. Pendanaan pemasaran ekspor UKM hingga 800.000 dan subsidi untuk meningkatkan bisnis di luar negeri.

Associate Director General of Invest Hong Kong, Jimmy Chiang juga mengatakan hal yang sama bahwa tindakan dan dukungan pemerintah HK untuk sektor bisnis sangat besar sehingga ekonomi bisa kembali bergerak.

“Kami berharap kerja sama dengan KADIN Surabaya ini, para pelaku bisnis dapat saling bertukar pengalaman dalam menghadapi Pandemi saat ini, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan normal yang baru tanpa harus gulung tikar. Invest Hong Kong percaya perusahaan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, dan kami sangat mendukung terciptanya peluang tersebut melalui kemudahan-kemudahan bisnis yang diberikan oleh Hong Kong” tambah  Kepala Promosi Investasi wilayah ASEAN, Invest Hong Kong Hillwan Yogi Brahmanda.

Sentara itu, Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi berharap, para pengusaha di Kota Pahlawan tak patah semangat dalam situasi sulit saat pandemi Covid-19 saat ini. Berbagai alternatif strategi dan inovasi tetap bisa dilakukan agar dunia usaha tetap dapat bertahan. Selain itu, para pengusaha Surabaya juga bisa belajar dari pengalaman di negara lain tentang bagaimana dunia usaha dapat survive di tengah pandemi.

"Oleh karena itu, Kadin Surabaya bekerja sama dengan banyak pihak menggelar webinar yang menghadirkan para pengusaha dari Hong Kong dan Indonesia. Kita bisa saling belajar tentang praktik-praktik terbaik soal bagaimana dunia usaha menyiasati situasi sulit di tengah pandemi," ujar Ali Affandi.

"Entrepreneurship diuji justru ketika sedang krisis seperti saat ini. Tapi kita tidak boleh patah semangat. Menyambut era new normal ke depan, kita buktikan pengusaha Surabaya tetap bisa eksis dan bahkan memberi dampak positif bagi perekonomian Surabaya dan Jatim secara umum," tambahnya.

Wakil Ketua Kadin Surabaya Bidang Hubungan Ekonomi Internasional, Charly Raya mengatakan bahwa Surabaya yang merupakan Hub Ekonomi memiliki kesamaan dengan Hong Kong yang merupakan Hub di Asia. "Oleh karenanya berbagi pengalaman terkait apa upaya yang dilakukan pemerintah Hong Kong terhadap sektor bisnisnya dan apa innovasi yang private sektor lakukan disaat pandemic ini sangatlah baik," kata Charly.

Dia menambahkan bahwa ternyata perubahan dari sisi berbisnis secara konvesional ke digital sangat disupport oleh pemerintah HongKong dalam bentuk berbagai insentive pelatihan bahkan tools berupa peralatan komputer. salah satu private sektor Hongkong yang berbagi pengalaman mengatakan ketika beralih ke sektor eCommerce mereka merasakan peningkatan lebih dari 200 persen YoY khusus selama masa covid ini terjadi. kbc6

Bagikan artikel ini: