Tak terkait pembatalan haji, BPKH pastikan dana US$600 juta aman

Rabu, 3 Juni 2020 | 17:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Pelaksana-Badan Pengelola Keuangan Haji (BP-BPKH) Anggito Abimanyu memberikan klarifikasi terkait dana haji sebesar US$600 juta untuk membantu memperkuat rupiah.

Pemberitaan yang beredar mengenai dana US$ 600 juta BPKH dapat dipakai untuk memperkuat rupiah diucapkan di acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia pada 26 Mei 2020, bukan setelah pemerintah mengumumkan haji ditunda pada 2 Juni 2020.

"Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala BP-BPKH kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI," jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

Di depan Gubernur dan Deputi Gubernur BI, saat itu Kepala BP-BPKH menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan update mengenai Dana Haji, di antaranya Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta asing serta kerja sama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara, pengelolaan Valuta Asing dan rencana Cashless Living Cost Haji dan Umrah.

Menurut Anggito, pernyataan yang dimuat kembali oleh salah satu media online pada 2 Juni 2020 tersebut, telah memberikan kesan seolah-olah ada kaitannya antara dana US$600 juta dengan kebijakan pembatalan haji 2020. Juga ada kesan bahwa dana haji dipakai untuk kegiatan di luar perhajian.

"Kami tegaskan sekali lagi bahwa hal tersebut sama sekali tidak berdasar. Pertama, Pengelolaan dana haji 600 juta dolar AS tidak terkait dengan kebijakan pembatalan haji 2020. Kedua, Pengelolaan dana haji dalam bentuk rupiah atau valuta asing seluruhnya dikelola dan dimanfaatkan untuk keperluan jemaah haji dalam pelaksanaan ibadah haji," tegasnya.

Dikatakan Anggito, dana tersebut sampai saat ini tersimpan di rekening BPKH milik jamaah haji dan dikelola oleh BPKH secara aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji.

BPKH mencatat, per Mei 2020 dana yang dikelola senilai lebih dari Rp 135 triliun. Uang tersebut dalam bentuk rupiah dan valuta asing yang dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid. kbc7

Bagikan artikel ini: