Teka-teki cawapres pendamping Jokowi: Akan diumumkan saat cuaca cerah

Senin, 09 Juli 2018 | 10:31 WIB ET

BOGOR, kabarbisnis.com: Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7) malam.

Salah satu materi yang dibahas adalah penentuan cawapres Jokowi.

Megawati mengatakan, nama yang akan diputuskan sebagai cawapres sudah mengerucut dan sudah dikantongi oleh Jokowi. “Pengumuman dilakukan pada momentum yang tepat dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi, tunggu saja dan sabar,” ujar Megawati dalam pernyataan tertulis.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan di Istana Batu Tulis itu juga menepis anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak, bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Megawati dan PDIP.

“Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat, sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat,” ujar Hasto.

Dikatakan, kedua pemimpin bangsa tersebut saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh ikatan emosi (emotional bonding) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia. “Pertemuan pada malam hari ini, Minggu, 8 Juli 2018 berlangsung selama 1 jam 50 menit. Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden,” kata Hasto.

Menurut dia, pertemuan kedua pemimpin secara periodik, baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis tersebut sangat penting. “Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya,” katanya. kbc1

Bagikan artikel ini: